Rabu, 19 Desember 2012

Artis SM Entertainment Paling Top

http://poll.pollcode.com/zglqy5

Super Junior - 머문다 (Daydream) [ENGLISH+ROMANIZATION]

Super Junior - 머문다 (Daydream) [ENGLISH+ROMANIZATION]


(Donghae)  Gwireul makgo geudaereul deureobonda
Du nuneul gamgo geudaereul geuryeobonda
(Yesung)  Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Imi japhil su jochado eomneun gieok sogeseo

Nan meomunda (meomunda) nan meomunda (meomunda)
(Yesung)  Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

(Kangin)  Sumeul chamgo geudaereul deurikinda
Jumeogeul jwigo geudael sseudadeumneunda
(Sungmin) Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Ijen gajil su jochado eomneun chueok sogeseo

nan meomunda (meomunda) nan meomunda (meomunda)
(Kyuhyun)  Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

(Rap) Apado dachyeodo nan neo isseoya sal su isseo
Neo eomneun sarmeun naegen jugeumgwado gata
Apeurodo dwirodo gal su eomneunde naneun eotteoke eotteoke

(Yesung)Meomunda

Jeomunda (niga tteonan geu nalbuteo nan)
Nan jeomunda (nareul beorin geu nalbuteo nan)
(Ryeowook)Niga tteonan geu nalbuteo jogeumssik churakhanda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneungeollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke
 (Yesung) eotteoke yeah yeah..

ENGLISH TRANSLATION

Covering my ears to listen to you
Shutting my eyes to imagine you
You have slowly become blurred, you have slowly left me
In the unstoppable memories

I stop (stop) I stop (stop)
The memories of having once loved, control me so easily
Once again, One more time
How can it end like this I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

Not breathing to feel you
Clutching both fists together to touch you
You have slowly become blurred, you have slowly left me
In the unstoppable memories

I stop (stop) I stop (stop)
The memories of having once loved, control me so easily
Once again, One more time
How can it end like this, I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

Not breathing to feel you
Clutching both fists together to touch you
You have slowly become blurred, you have slowly left me
In the unstoppable memories

I stop (stop) I stop (stop)
The memories of having once loved, control me so easily
Once again, One more time
How can it end like this, I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

No fear of pain, no fear of hurt
Only with you here will I be able to live
Without you I am just as if I have lost a life
Unable to move forward, unable to move backward
What do I do, what do I do

Stop

Dark and lightless (since the day you left)
Dark and lightless (since the day you dumped me)
Since the day you left me
I have died a little

Once again, One more time
How can it end like this, I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

Selasa, 18 Desember 2012

REGRETED (Part2)


Title      : Regret
Author : Dian Saraswati^^
FB          : Dian Saraswati
Twitter                : @saras_diaan
Genre    : Drama
Type     : Chaptered
Rating   : T
Length  : 3shoot, Part2
Cast       : Super Junior Yesung a.k.a Yesung (예성)
                  Jang Hyerin/OC (장혜린)
                  And other ...

Happy Reading!! J


Yesung dan Hyerin. Pasangan itu kini tengah duduk sambil berbincang-bincang di ruang tamu rumah Yesung. Sesekali mereka bercanda kecil. Sungguh terkesan manis melihat mereka sekarang ini. “Hyerin-ah.. saranghaeyo” tutur Yesung. “Ne, Oppa. Nado saranghaeyo..” balas Hyerin. “Jagi...” panggil Yesung. “Bibirmu...” gumam Yesung. Pemuda bersurai kemerahan itu mendekatkan wajahnya pada Hyerin. “Boleh aku menciummu?” tanya Yesung. Hyerin menggeleng keras dan mendorong dada Yesung. Menyuruhnya menjauh.

Mianhae, Oppa. Aku tak bermaksud untuk...” ucapan Hyerin terhenti karena Yesung menempelkan ujung telunjuknya di bibir Hyerin. “Ssst.. gwaenchanhayo.” Ucap Yesung pelan. Hyerin tersenyum tipis. Bukannya ia menolak Yesung menciumnya, hanya saja.. ia merasa bersalah jika Yesung menciumnya. Merasa bersalah karena ia telah menyakiti Yesung tanpa sepengtahuan pria itu.

“Hyerinnie, ikut aku, ne?” ajak Yesung sambil menarik lengan Hyerin. “Kemana, Oppa?” tanya Hyerin. “Kau akan tau nanti. Kajja!
Kemudian kedua orang itu pergi menaiki mobil sport hitam milik Yesung. Sepanjang perjalanan, Hyerin hanya menatap bingung Yesung yang sibuk menyetir sambil sesekali tersenyum sendiri. “Oppa..kau baik saja, kan?”

“Tentu saja. Bahkan aku sangat baik.” Ucap Yesung sumringah.

                Hyerin melihat sekelilingnya. Hanya hamparan rumput hijau di sekitarnya. “Oppa..ini dimana sih?” tanya Hyerin sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yesung tersenyum penuh arti. Kemudian mendudukkan dirinya di atas hamparan rumput hijau itu.
“Di tempat yang paling aku inginkan..” jawab Yesung memejamkan matanya. Merasakan hembusan angin segar yang menerpa wajahnya dan menyibak surai kemerahannya. Hyerin pun ikut duduk di sebelah Yesung. “Kenapa kau menginginkan tempat ini? tidak ada yang menarik disini.”

Yesung membuka matanya dan menatap gadis manis di sampignya itu. “Kenapa ya? hmm.. aku tidak tau. hanya saja... tempat ini terasa seperti rumah kedua untukku.” Tutur Yesung. Hyerin hanya terkekeh geli mendengar penuturan pemuda tampan itu. “Kkk~ kau ada-ada saja, Oppa.

“Memang benar. Disini, aku bisa merasa tenang dan aman. Seperti di rumah. makanya aku sebut tempat ini, rumah keduaku.” Jelas Yesung. “Ah, dan satu lagi.”

“Apa?” tanya Hyerin bingung. “Kau adalah orang pertama yang kuajak kesini.” Ujar Yesung. Jelas sekali terlihat semburat merah muda di pipi Hyerin. Gadis itu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “K-kau membuatku malu, Oppa!” ucap Hyerin. “Haha.. Aigoo.. kau terlihat sangat lucu, Hyerinnie.” Ujar Yesung seraya mengacak pelan rambut Hyerin.

“Hyerin-ah...” Yesung mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah kotak kecil berwarna biru gelap. “Apa itu?” tanya Hyerin. Yesung tersenyum, kemudian membuka kotak kecil tersebut. terlihat jelas di dalam kotak itu, dua buah kalung yang berliontin huruf inisial ‘Y’ dan ‘H’.

“Ka-Kalung?” ucap Hyerin terbata. Yesung tersenyum manis dan mengeluarkan kalung itu dari kotaknya. Memakaikan kalung berliontin ‘Y’ pada Hyerin, dan memakaikan yang berliontin ‘H’ pada lehernya sendiri. “Hyerin-ah...” panggil Yesung. Hyerin mendongakkan kepalanya. “Kau mengerti maksudku?” tanya Yesung. Hyerin hanya menggeleng.

“Kalung ini.. memiliki arti. ‘Y’ itu aku. Yesung. Dan ‘H’ itu kau, Hyerin. Ini artinya.. kita adalah satu. Kau milikku, dan aku milikmu.” Tutur Yesung seraya menggenggam tangan Hyerin. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum simpul.

‘Mianhae, Oppa. Sesungguhnya aku bukan hanya milikmu. Jeongmal mianhaeyo’

Kira-kira begitulah kata hati Hyerin. Baiklah, kalung itu sebagai simbol kalau mereka saling memiliki. Tapi bagaimana Yoseob? Harus diakui kalau Hyerin juga milik Yoseob. Tapi Hyerin bukanlah milik mereka seutuhnya. Tapi apa mau dikata? Gadis itu mencintai keduanya. Dan yang membuatnya dilema adalah, rasa cintanya pada Yesung dan Yoseob sama. Tidak ada yang dibedakan.

“Hyerin-ah? Jagiya?” Yesung mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Hyerin. “Ah.. I-Iya, Oppa? Waeyo?” Hyerin tersadar dari lamunannya. “Kenapa melamun?” tanya Yesung heran. “Ah, aniyo. Hanya saja aku--....” belum sempat Hyerin meneruskan kalimatnya, bibirnya sudah ‘diserang’ duluan oleh Yesung. Ckck.. dasar.

Yesung mengecup bibir mungil Hyerin sekilas. “Ya! Oppa! Jeongmal nappeun!” protes Hyerin memajukan bibirnya. Yesung yang melihatnya memberi tatapan ‘lapar’ pada Hyerin. “Ke-kenapa melihatku begitu, O-Oppa?” tanya Hyerin takut. “Kau......Yak! jangan lari kau, Jang Hyerin!” Yesung berteriak sambil mengejar Hyerin. Oh, dan sekarang lihatlah dua anak manusia itu. seperti anak kecil saja.

                Hyerin kini tengah duduk di sofa apartemennya sambil menonton TV. Nampaknya dia sangat bosan hari ini. tangannya sedari tadi tidak berhenti memencet-mencet tombol remote. Berharap menemukan acara yang bagus. “Ah, menyebalkan! Tidak ada acara yang menarik!” Hyerin kemudian membanting remote itu ke sofa. Ia sendiri memilih untuk pergi ke dapur. Lebih baik ia makan daripada tidak ada kerjaan, kan?

Hyerin membuka kabinet dapur. Kemudian menutup kabinetnya kembali saat tidak menemukan apapun. Ia membuka kabinet yang lain, dan mengambil sebungkus ramen. ‘Yah, makan ramen saja. Aku juga malas masak.’ Pikirnya.

Hyerin kini tengah duduk di kursi makan sembari menikmati ramen yang baru saja dibuatnya. Saat itu juga, ponsel Hyerin berdering. Gadis itu mengernyitkan dahinya, melihat nama yang tertera di layar ponsel. ‘Yoseobbie is Calling’.

“Halo, Seobbie?”
“.....”
“Aku di apartemenku. Waeyo?
“......”
“Baiklah. Dimana?”
“.....”
“Oke. Tunggu aku,  ne?”

Hyerin memutus sambungan telponnya dan segera menghabiskan ramennya. Setelah selesai makan, Hyerin bergegas pergi menemui Yoseob.

                Sekarang, Hyerin tengah berada di Namsan Tower. Hyerin mengedarkan pandangannya ke arah pemandangan kota Seoul. “Hyerin-ah..” panggil seseorang membuat Hyerin menoleh. “Eh, Yoseob!” sapa Hyerin pada Yoseob. “Seoul memang indah, ya?” ucap Yoseob. “Ya. Kau benar..”

“Aku beruntung lahir di Korea.” Ujar Yoseob. “Hng? Kenapa?” tanya Hyerin. “Aku merasa beruntung.. Because I was born in the Wonderful Country.” Tutur Yoseob. Hyerin tersenyum manis. “Ya, akupun begitu. It’s a beautiful world! Oh, Yeah!!” ujar Hyerin sumringah sembari merentangkan kedua tangannya. Yoseob hanya terkekeh geli melihat perilaku gadis itu. ckck.. dasar. Mata Yoseob tertohok pada sebuah kalung yang menghiasi leher jenjang Hyerin. Dia jadi tersenyum sendiri tatkala melihat liontin itu. huruf inisial ‘Y’.

“Hyerin-ah..?” panggil Yoseob. Hyerin menoleh. “Kenapa, Seobbie?” tanya Hyerin. “Bahkan kau belum memberiku kalung berinisial ‘H’. Tapi kau sudah memakai kalung berliontin ‘Y’.” Ujar Yoseob sambil menundukkan wajahnya tanda malu. Hyerin melihat kalung pemberian Yesung. Inisial ‘Y’. Mungkin namja cute itu mengira bahwa makna dari liontin itu adalah ‘Yoseob’. ‘Jang Hyerin babo!’ Rutuk Hyerin pada dirinya sendiri. “Yoseob, aku....” belum sempat Hyerin meneruskan kalimatnya, Yoseob sudah memeluknya lebih dulu. “Aku tau kau sangat mencintaiku, Hyerin-ah. Saranghae...” bisik Yoseob.

“Tapi...”
“Tapi kenapa, Hyerin-ah?”
“Ini... ini tidak seperti..”

Nan meomunda (meomunda) Nan meomunda (meomunda)
Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda

Lagi. belum sempat Hyerin menyelesaikan ucapannya, ponselnya tiba-tiba berdering. Segera diambilnya ponsel yang ada dalam tasnya itu. ‘Ya Tuhan.. apalagi sekarang?’ melas Hyerin dalam hati, saat melihat nama Yesung tertera di layar ponsel. Hyerin menggigit bibir bawahnya. Ia terlihat sangat ragu untuk menjawab panggilan itu.

Dasi han beon one more time
Ireohke kkeutnandani mideul suga eobtneun geolyo
Gojak-i jangdeoro, geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

Hyerin masih mendiamkan ponselnya yang terus berdering. “Hyerinnie, kenapa tidak diangkat?” tanya Yoseob. Hyerin diam dan masih menatap layar ponselnya. Yoseob heran melihat kekasihnya seperti itu. Ada apa dengannya, eh? “Jagi, kau mendiamkannya.” Ucap Yoseob membuyarkan Hyerin. Kemudian gadis itu menyadari bahwa panggilan itu berakhir dengan sendirinya. “Kau kenapa, Hyerinnie?” tanya Yoseob lembut. “A-aku harus pergi sekarang, Seobbie.” Pamit Hyerin kemudian bergegas pergi. “Hyerin, kau mau kemana!?” terdengar teriakan Yoseob memanggil-manggil. Tapi Hyerin tak peduli dan terus melanjutkan langkahnya.

                Hyerin memasuki apartemennya. Gadis itu lalu mendudukkan dirinya di atas sofa. Sungguh.. ia sangat sangat amat lelah dengan semua ini. Tapi mau bagaimana? Sudah dikatakan kalau dia mencintai Yesung dan Yoseob, kan? Dan diapun sudah mulai lelah. Bodohnya dia. Kenapa harus memilih backstreet sebagai jalannya? Menjalin hubungan dengan Yoseob di belakang Yesung. Menyakiti Yesung tanpa sepengetahuan pria itu?

Mencintai dua pria tanpa ada yang dibedakan?
Oh, No!

Kini kedua mata Hyerin terasa panas dan berair. Perlahan tapi pasti, airmata mulai membasahi pipinya. Dia merasa sangat bodoh sekarang. bodoh sekali. Dirinya sekarang  tak lebih dari seorang playgirl. Oh, Please!

Entah apa yang harus dia perbuat sekarang. Dia benar-benar tidak tau. Hyerin tetap menangis. Menangisi kebodohannya sendiri. Intinya, ia hanya ingin menangis sekarang. menangis sampai ia benar-benar lelah.

Hyerin menghentikan tangisnya sementara, kala melihat pintu apartemennya terbuka dan menampilkan sosok yang sudah sangat ia kenal. Yesung. Pemuda bermata sipit itu berdiri di ambang pintu. Kemudian berlari kecil menghampiri Hyerin.

Jagi, neo wae? Kau kenapa, Hyerin-ah?” tanya Yesung cemas. Kedua tangannya menangkup pipi Hyerin. Menatap lekat kedua iris caramel milik Hyerin. Sedangkan Hyerin hanya bisa menangis. Reflek, Yesung memeluk erat gadis itu. berusaha menenangkannya. “Uljimara, Hyerin-ah.” Ucap Yesung. Hyerin makin terisak. “Katakan padaku.  Kau kenapa?” tanya Yesung.

Hyerin masih enggan menjawab. Kenapa Yesung harus datang di saat yang tidak tepat ini? saat Hyerin justru menangis mengingat ia telah menyakiti pemuda ini. tanpa sepengetahuannya. Dia hanya ingin menangis dalam pelukan hangat Yesung. Menangis sampai benar-benar lelah dan tertidur. Toh dengan begitu, Yesung takkan menanyakan apapun padanya. “Baiklah jika kau tak ingin menceritakannya. Tak apa.”

Yesung mengeratkan pelukannya. Membiarkan gadis itu menangis. Bahkan kemeja yang dikenakannya pun basah karena airmata Hyerin. Biarlah. Ia membiarkan Hyerin menangis sepuasnya. Sampai ia benar-benar merasa tenang.

“Aku menangis. Aku memang pantas menangis. Aku bodoh. Mianhaeyo...”

Senin, 17 Desember 2012

김태연 ~ 가까이 (OST. To The Beautiful You)


SNSD Tae Yeon - Closer

haji mothan mari neomu manhayo
hanbeondo dangsineun deutji mothaejiman
nae ape boyeojin nugunal amuna
saranghal geureon sarameun anieyo

sesangui geu manheun saramdeul soge
naegen ojik geudaega boyeojyeotgie

geudaeman bomyeo seoinneungeollyo
i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureohadeusi
jigeum isungan ttaseuhi anajullaeyo

eonjengan natseon ireumi doeeodo
nae gaseumi geu chueogi da gieokhal tenikka
hoksirado apeun ibyeori ondaedo
oneureun deureon saenggakeun haji mayo

isesang geu manheun saramdeul soge
naegen ojik geudaega boyeojyeotgie

geudaeman bomyeo seoinneungeollyo
i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureohadeusi
deo gakkai deo ttaseuhi anajullaeyo

ije nan honjaga anin geojyo
geu jarieseo oneul naege on geudae mani

geudaeman naui jeonbuingeollyo
i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureohadeusi
deo gakkai deo ttaseuhi anajullaeyo

deo gakkai
deo ttaseuhi
anajullaeyo