Rabu, 19 Desember 2012

Artis SM Entertainment Paling Top

http://poll.pollcode.com/zglqy5

Super Junior - 머문다 (Daydream) [ENGLISH+ROMANIZATION]

Super Junior - 머문다 (Daydream) [ENGLISH+ROMANIZATION]


(Donghae)  Gwireul makgo geudaereul deureobonda
Du nuneul gamgo geudaereul geuryeobonda
(Yesung)  Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Imi japhil su jochado eomneun gieok sogeseo

Nan meomunda (meomunda) nan meomunda (meomunda)
(Yesung)  Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

(Kangin)  Sumeul chamgo geudaereul deurikinda
Jumeogeul jwigo geudael sseudadeumneunda
(Sungmin) Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Ijen gajil su jochado eomneun chueok sogeseo

nan meomunda (meomunda) nan meomunda (meomunda)
(Kyuhyun)  Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

(Rap) Apado dachyeodo nan neo isseoya sal su isseo
Neo eomneun sarmeun naegen jugeumgwado gata
Apeurodo dwirodo gal su eomneunde naneun eotteoke eotteoke

(Yesung)Meomunda

Jeomunda (niga tteonan geu nalbuteo nan)
Nan jeomunda (nareul beorin geu nalbuteo nan)
(Ryeowook)Niga tteonan geu nalbuteo jogeumssik churakhanda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneungeollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke
 (Yesung) eotteoke yeah yeah..

ENGLISH TRANSLATION

Covering my ears to listen to you
Shutting my eyes to imagine you
You have slowly become blurred, you have slowly left me
In the unstoppable memories

I stop (stop) I stop (stop)
The memories of having once loved, control me so easily
Once again, One more time
How can it end like this I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

Not breathing to feel you
Clutching both fists together to touch you
You have slowly become blurred, you have slowly left me
In the unstoppable memories

I stop (stop) I stop (stop)
The memories of having once loved, control me so easily
Once again, One more time
How can it end like this, I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

Not breathing to feel you
Clutching both fists together to touch you
You have slowly become blurred, you have slowly left me
In the unstoppable memories

I stop (stop) I stop (stop)
The memories of having once loved, control me so easily
Once again, One more time
How can it end like this, I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

No fear of pain, no fear of hurt
Only with you here will I be able to live
Without you I am just as if I have lost a life
Unable to move forward, unable to move backward
What do I do, what do I do

Stop

Dark and lightless (since the day you left)
Dark and lightless (since the day you dumped me)
Since the day you left me
I have died a little

Once again, One more time
How can it end like this, I cannot believe
Those countless promises, what to do, what to do

Selasa, 18 Desember 2012

REGRETED (Part2)


Title      : Regret
Author : Dian Saraswati^^
FB          : Dian Saraswati
Twitter                : @saras_diaan
Genre    : Drama
Type     : Chaptered
Rating   : T
Length  : 3shoot, Part2
Cast       : Super Junior Yesung a.k.a Yesung (예성)
                  Jang Hyerin/OC (장혜린)
                  And other ...

Happy Reading!! J


Yesung dan Hyerin. Pasangan itu kini tengah duduk sambil berbincang-bincang di ruang tamu rumah Yesung. Sesekali mereka bercanda kecil. Sungguh terkesan manis melihat mereka sekarang ini. “Hyerin-ah.. saranghaeyo” tutur Yesung. “Ne, Oppa. Nado saranghaeyo..” balas Hyerin. “Jagi...” panggil Yesung. “Bibirmu...” gumam Yesung. Pemuda bersurai kemerahan itu mendekatkan wajahnya pada Hyerin. “Boleh aku menciummu?” tanya Yesung. Hyerin menggeleng keras dan mendorong dada Yesung. Menyuruhnya menjauh.

Mianhae, Oppa. Aku tak bermaksud untuk...” ucapan Hyerin terhenti karena Yesung menempelkan ujung telunjuknya di bibir Hyerin. “Ssst.. gwaenchanhayo.” Ucap Yesung pelan. Hyerin tersenyum tipis. Bukannya ia menolak Yesung menciumnya, hanya saja.. ia merasa bersalah jika Yesung menciumnya. Merasa bersalah karena ia telah menyakiti Yesung tanpa sepengtahuan pria itu.

“Hyerinnie, ikut aku, ne?” ajak Yesung sambil menarik lengan Hyerin. “Kemana, Oppa?” tanya Hyerin. “Kau akan tau nanti. Kajja!
Kemudian kedua orang itu pergi menaiki mobil sport hitam milik Yesung. Sepanjang perjalanan, Hyerin hanya menatap bingung Yesung yang sibuk menyetir sambil sesekali tersenyum sendiri. “Oppa..kau baik saja, kan?”

“Tentu saja. Bahkan aku sangat baik.” Ucap Yesung sumringah.

                Hyerin melihat sekelilingnya. Hanya hamparan rumput hijau di sekitarnya. “Oppa..ini dimana sih?” tanya Hyerin sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yesung tersenyum penuh arti. Kemudian mendudukkan dirinya di atas hamparan rumput hijau itu.
“Di tempat yang paling aku inginkan..” jawab Yesung memejamkan matanya. Merasakan hembusan angin segar yang menerpa wajahnya dan menyibak surai kemerahannya. Hyerin pun ikut duduk di sebelah Yesung. “Kenapa kau menginginkan tempat ini? tidak ada yang menarik disini.”

Yesung membuka matanya dan menatap gadis manis di sampignya itu. “Kenapa ya? hmm.. aku tidak tau. hanya saja... tempat ini terasa seperti rumah kedua untukku.” Tutur Yesung. Hyerin hanya terkekeh geli mendengar penuturan pemuda tampan itu. “Kkk~ kau ada-ada saja, Oppa.

“Memang benar. Disini, aku bisa merasa tenang dan aman. Seperti di rumah. makanya aku sebut tempat ini, rumah keduaku.” Jelas Yesung. “Ah, dan satu lagi.”

“Apa?” tanya Hyerin bingung. “Kau adalah orang pertama yang kuajak kesini.” Ujar Yesung. Jelas sekali terlihat semburat merah muda di pipi Hyerin. Gadis itu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “K-kau membuatku malu, Oppa!” ucap Hyerin. “Haha.. Aigoo.. kau terlihat sangat lucu, Hyerinnie.” Ujar Yesung seraya mengacak pelan rambut Hyerin.

“Hyerin-ah...” Yesung mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah kotak kecil berwarna biru gelap. “Apa itu?” tanya Hyerin. Yesung tersenyum, kemudian membuka kotak kecil tersebut. terlihat jelas di dalam kotak itu, dua buah kalung yang berliontin huruf inisial ‘Y’ dan ‘H’.

“Ka-Kalung?” ucap Hyerin terbata. Yesung tersenyum manis dan mengeluarkan kalung itu dari kotaknya. Memakaikan kalung berliontin ‘Y’ pada Hyerin, dan memakaikan yang berliontin ‘H’ pada lehernya sendiri. “Hyerin-ah...” panggil Yesung. Hyerin mendongakkan kepalanya. “Kau mengerti maksudku?” tanya Yesung. Hyerin hanya menggeleng.

“Kalung ini.. memiliki arti. ‘Y’ itu aku. Yesung. Dan ‘H’ itu kau, Hyerin. Ini artinya.. kita adalah satu. Kau milikku, dan aku milikmu.” Tutur Yesung seraya menggenggam tangan Hyerin. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum simpul.

‘Mianhae, Oppa. Sesungguhnya aku bukan hanya milikmu. Jeongmal mianhaeyo’

Kira-kira begitulah kata hati Hyerin. Baiklah, kalung itu sebagai simbol kalau mereka saling memiliki. Tapi bagaimana Yoseob? Harus diakui kalau Hyerin juga milik Yoseob. Tapi Hyerin bukanlah milik mereka seutuhnya. Tapi apa mau dikata? Gadis itu mencintai keduanya. Dan yang membuatnya dilema adalah, rasa cintanya pada Yesung dan Yoseob sama. Tidak ada yang dibedakan.

“Hyerin-ah? Jagiya?” Yesung mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Hyerin. “Ah.. I-Iya, Oppa? Waeyo?” Hyerin tersadar dari lamunannya. “Kenapa melamun?” tanya Yesung heran. “Ah, aniyo. Hanya saja aku--....” belum sempat Hyerin meneruskan kalimatnya, bibirnya sudah ‘diserang’ duluan oleh Yesung. Ckck.. dasar.

Yesung mengecup bibir mungil Hyerin sekilas. “Ya! Oppa! Jeongmal nappeun!” protes Hyerin memajukan bibirnya. Yesung yang melihatnya memberi tatapan ‘lapar’ pada Hyerin. “Ke-kenapa melihatku begitu, O-Oppa?” tanya Hyerin takut. “Kau......Yak! jangan lari kau, Jang Hyerin!” Yesung berteriak sambil mengejar Hyerin. Oh, dan sekarang lihatlah dua anak manusia itu. seperti anak kecil saja.

                Hyerin kini tengah duduk di sofa apartemennya sambil menonton TV. Nampaknya dia sangat bosan hari ini. tangannya sedari tadi tidak berhenti memencet-mencet tombol remote. Berharap menemukan acara yang bagus. “Ah, menyebalkan! Tidak ada acara yang menarik!” Hyerin kemudian membanting remote itu ke sofa. Ia sendiri memilih untuk pergi ke dapur. Lebih baik ia makan daripada tidak ada kerjaan, kan?

Hyerin membuka kabinet dapur. Kemudian menutup kabinetnya kembali saat tidak menemukan apapun. Ia membuka kabinet yang lain, dan mengambil sebungkus ramen. ‘Yah, makan ramen saja. Aku juga malas masak.’ Pikirnya.

Hyerin kini tengah duduk di kursi makan sembari menikmati ramen yang baru saja dibuatnya. Saat itu juga, ponsel Hyerin berdering. Gadis itu mengernyitkan dahinya, melihat nama yang tertera di layar ponsel. ‘Yoseobbie is Calling’.

“Halo, Seobbie?”
“.....”
“Aku di apartemenku. Waeyo?
“......”
“Baiklah. Dimana?”
“.....”
“Oke. Tunggu aku,  ne?”

Hyerin memutus sambungan telponnya dan segera menghabiskan ramennya. Setelah selesai makan, Hyerin bergegas pergi menemui Yoseob.

                Sekarang, Hyerin tengah berada di Namsan Tower. Hyerin mengedarkan pandangannya ke arah pemandangan kota Seoul. “Hyerin-ah..” panggil seseorang membuat Hyerin menoleh. “Eh, Yoseob!” sapa Hyerin pada Yoseob. “Seoul memang indah, ya?” ucap Yoseob. “Ya. Kau benar..”

“Aku beruntung lahir di Korea.” Ujar Yoseob. “Hng? Kenapa?” tanya Hyerin. “Aku merasa beruntung.. Because I was born in the Wonderful Country.” Tutur Yoseob. Hyerin tersenyum manis. “Ya, akupun begitu. It’s a beautiful world! Oh, Yeah!!” ujar Hyerin sumringah sembari merentangkan kedua tangannya. Yoseob hanya terkekeh geli melihat perilaku gadis itu. ckck.. dasar. Mata Yoseob tertohok pada sebuah kalung yang menghiasi leher jenjang Hyerin. Dia jadi tersenyum sendiri tatkala melihat liontin itu. huruf inisial ‘Y’.

“Hyerin-ah..?” panggil Yoseob. Hyerin menoleh. “Kenapa, Seobbie?” tanya Hyerin. “Bahkan kau belum memberiku kalung berinisial ‘H’. Tapi kau sudah memakai kalung berliontin ‘Y’.” Ujar Yoseob sambil menundukkan wajahnya tanda malu. Hyerin melihat kalung pemberian Yesung. Inisial ‘Y’. Mungkin namja cute itu mengira bahwa makna dari liontin itu adalah ‘Yoseob’. ‘Jang Hyerin babo!’ Rutuk Hyerin pada dirinya sendiri. “Yoseob, aku....” belum sempat Hyerin meneruskan kalimatnya, Yoseob sudah memeluknya lebih dulu. “Aku tau kau sangat mencintaiku, Hyerin-ah. Saranghae...” bisik Yoseob.

“Tapi...”
“Tapi kenapa, Hyerin-ah?”
“Ini... ini tidak seperti..”

Nan meomunda (meomunda) Nan meomunda (meomunda)
Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda

Lagi. belum sempat Hyerin menyelesaikan ucapannya, ponselnya tiba-tiba berdering. Segera diambilnya ponsel yang ada dalam tasnya itu. ‘Ya Tuhan.. apalagi sekarang?’ melas Hyerin dalam hati, saat melihat nama Yesung tertera di layar ponsel. Hyerin menggigit bibir bawahnya. Ia terlihat sangat ragu untuk menjawab panggilan itu.

Dasi han beon one more time
Ireohke kkeutnandani mideul suga eobtneun geolyo
Gojak-i jangdeoro, geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

Hyerin masih mendiamkan ponselnya yang terus berdering. “Hyerinnie, kenapa tidak diangkat?” tanya Yoseob. Hyerin diam dan masih menatap layar ponselnya. Yoseob heran melihat kekasihnya seperti itu. Ada apa dengannya, eh? “Jagi, kau mendiamkannya.” Ucap Yoseob membuyarkan Hyerin. Kemudian gadis itu menyadari bahwa panggilan itu berakhir dengan sendirinya. “Kau kenapa, Hyerinnie?” tanya Yoseob lembut. “A-aku harus pergi sekarang, Seobbie.” Pamit Hyerin kemudian bergegas pergi. “Hyerin, kau mau kemana!?” terdengar teriakan Yoseob memanggil-manggil. Tapi Hyerin tak peduli dan terus melanjutkan langkahnya.

                Hyerin memasuki apartemennya. Gadis itu lalu mendudukkan dirinya di atas sofa. Sungguh.. ia sangat sangat amat lelah dengan semua ini. Tapi mau bagaimana? Sudah dikatakan kalau dia mencintai Yesung dan Yoseob, kan? Dan diapun sudah mulai lelah. Bodohnya dia. Kenapa harus memilih backstreet sebagai jalannya? Menjalin hubungan dengan Yoseob di belakang Yesung. Menyakiti Yesung tanpa sepengetahuan pria itu?

Mencintai dua pria tanpa ada yang dibedakan?
Oh, No!

Kini kedua mata Hyerin terasa panas dan berair. Perlahan tapi pasti, airmata mulai membasahi pipinya. Dia merasa sangat bodoh sekarang. bodoh sekali. Dirinya sekarang  tak lebih dari seorang playgirl. Oh, Please!

Entah apa yang harus dia perbuat sekarang. Dia benar-benar tidak tau. Hyerin tetap menangis. Menangisi kebodohannya sendiri. Intinya, ia hanya ingin menangis sekarang. menangis sampai ia benar-benar lelah.

Hyerin menghentikan tangisnya sementara, kala melihat pintu apartemennya terbuka dan menampilkan sosok yang sudah sangat ia kenal. Yesung. Pemuda bermata sipit itu berdiri di ambang pintu. Kemudian berlari kecil menghampiri Hyerin.

Jagi, neo wae? Kau kenapa, Hyerin-ah?” tanya Yesung cemas. Kedua tangannya menangkup pipi Hyerin. Menatap lekat kedua iris caramel milik Hyerin. Sedangkan Hyerin hanya bisa menangis. Reflek, Yesung memeluk erat gadis itu. berusaha menenangkannya. “Uljimara, Hyerin-ah.” Ucap Yesung. Hyerin makin terisak. “Katakan padaku.  Kau kenapa?” tanya Yesung.

Hyerin masih enggan menjawab. Kenapa Yesung harus datang di saat yang tidak tepat ini? saat Hyerin justru menangis mengingat ia telah menyakiti pemuda ini. tanpa sepengetahuannya. Dia hanya ingin menangis dalam pelukan hangat Yesung. Menangis sampai benar-benar lelah dan tertidur. Toh dengan begitu, Yesung takkan menanyakan apapun padanya. “Baiklah jika kau tak ingin menceritakannya. Tak apa.”

Yesung mengeratkan pelukannya. Membiarkan gadis itu menangis. Bahkan kemeja yang dikenakannya pun basah karena airmata Hyerin. Biarlah. Ia membiarkan Hyerin menangis sepuasnya. Sampai ia benar-benar merasa tenang.

“Aku menangis. Aku memang pantas menangis. Aku bodoh. Mianhaeyo...”

Senin, 17 Desember 2012

김태연 ~ 가까이 (OST. To The Beautiful You)


SNSD Tae Yeon - Closer

haji mothan mari neomu manhayo
hanbeondo dangsineun deutji mothaejiman
nae ape boyeojin nugunal amuna
saranghal geureon sarameun anieyo

sesangui geu manheun saramdeul soge
naegen ojik geudaega boyeojyeotgie

geudaeman bomyeo seoinneungeollyo
i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureohadeusi
jigeum isungan ttaseuhi anajullaeyo

eonjengan natseon ireumi doeeodo
nae gaseumi geu chueogi da gieokhal tenikka
hoksirado apeun ibyeori ondaedo
oneureun deureon saenggakeun haji mayo

isesang geu manheun saramdeul soge
naegen ojik geudaega boyeojyeotgie

geudaeman bomyeo seoinneungeollyo
i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureohadeusi
deo gakkai deo ttaseuhi anajullaeyo

ije nan honjaga anin geojyo
geu jarieseo oneul naege on geudae mani

geudaeman naui jeonbuingeollyo
i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureohadeusi
deo gakkai deo ttaseuhi anajullaeyo

deo gakkai
deo ttaseuhi
anajullaeyo

Minggu, 18 November 2012

REGRETED (Part1)


Title     : Regreted
Author : Dian Saraswati^^
FB        : Dian Saraswati
Twitter : @saras_diaan
Genre   : Drama
Type    : Chaptered
Rating  : T
Length : 3shoot, Part1
Cast     : Super Junior Yesung a.k.a Yesung (예성)
              Jang Hyerin/OC (장혜린)
              And other ...

Happy Reading!!

Story Begin....
 

“Kau harus datang ya, Oppa! Please...” Hyerin mengeluarkan jurus puppy eyes-nya. “Kalau Oppa tidak datang... kita putus!” ancam Hyerin pada Yesung yang masih memerhatikan ponselnya.

Hyerin memasang muka pura-pura marah. Aish, tetap saja Jang Hyerin. Toh, namja chingu-mu itu tidak mendengarkanmu. “Yesung Oppa...” kali ini intonasi bicaranya jadi memelas. Jurus apa lagi ini? “Ya, ya. Oppa pasti datang. Tapi ingat! Jangan mengecewakanku! Kalau kau mengecewakanku... kita putus!” balas Yesung mengancam. “Hahaha.. ne, ne. Arasseo..

            Jang Hyerin kini tengah bersiap di backstage untuk penampilannya di drama musikal nanti. Haah.. rasanya tegang sekali. Tapi mengingat ancaman Yesung kemarin.. ah, lupakan! Itu hanya bercanda..
“Hyerin!” panggil seseorang. Hyerin yang tengah sibuk di depan meja rias pun menoleh. “Ya! Yoseobbie!” melihat siapa yang datang, Hyerin langsung menghambur memeluk Yoseob. “Kupikir kau tidak akan datang!” ucap Hyerin. “Mana mungkin aku tidak datang? Apa aku bisa membiarkan yeojachingu-ku tampil tanpa aku?” goda Yoseob. Hyerin mencubit pinggang Yoseob. “Aww! Appoyo. Kau jahat sekali pada pacarmu ini..” ringis Yoseob seraya memajukan bibirnya.

Hyerin terkekeh geli melihat tingkah lucu kekasihnya itu. Aigoo...

“Ya sudah. kau bersiap-siaplah. Aku tidak sabar ingin melihat penampilanmu nanti, Jagi..” ucap Yoseob kemudian pergi dari backstage.

            Lima menit lagi drama musikal akan dimulai. Semua pemain juga sudah bersiap di balik panggung. Termasuk Hyerin dan sahabatnya, Krystal. “Aku kok tegang, ya, Krys?” tanya Hyerin. Tangannya yang memegang ponselpun bergetar hebat dan terasa dingin. “Bukankah memang begini rasanya? Tampil di hadapan banyak orang? Hwaa.. aku serasa jadi artis saja!” ucap Krystal dengan mata berbinar-binar. “Oh  ayolah, Krys. Aku serius.”

“Ya, ya. Ini. Kata eonni-ku, kalau tegang, minumlah air putih.” Ujar Krystal sembari menyodorkan segelas air pada Hyerin. “Gomawo.” Ucap Hyerin. Iseng-iseng, Krystal mengintip dari balik panggung. “Wah... banyak sekali penontonnya.” Gumam Krystal. “Benar.” Ucap Hyerin. Pandangan Hyerin menyapu ke seluruh isi gedung kesenian. Mencari sosok Yesung disana. Sampai matanya tertohok pada sosok Yesung yang berada di barisan kursi penonton. Dan... OMONA!

Hyerin membelalakkan matanya tak percaya. Yoseob duduk di samping Yesung!? Sulit dipercaya! Bagaimana bisa!? Yaa... eotteokhae? Mendadak  Hyerin menjadi panik. Kenapa semuanya jadi begini? Sungguh dia tidak mengira kebetulan akan terjadi sekarang. Dan rasa percaya dirinya kini berubah menjadi kacau.

            Drama musikal pun dimulai. Semua pemain memerankan karakter mereka masing-masing mengikuti alurnya. Penonton pun merasa terhibur dengan drama musikal tahun ini. semuanya berjalan lancar. Dan itu membuat Hyerin bisa bernafas lega. Perasaan kacaunya tadi, untung tidak merusak acara. Oh, baguslah. Setelah drama musikal selesai, seluruh penonton mulai meninggalkan gedung kesenian.

“Kelihatannya penonton merasa terhibur, ya?” ujar Krystal yang berjalan di samping Hyerin. “Ah, ne.” Balas Hyerin singkat. Krystal yang merasa aneh dengan sahabatnya tersebut, terus memperhatikan Hyerin. “Kau sakit, Hyerin-ah?” tanya Krystal. “Ani..”
“Tapi wajahmu pucat, lho.” Tutur Krystal. “Aku tak apa. Sudah, ya. aku pulang dulu. Bye!” Hyerin kemudian pergi sembari melambaikan tangannya pada Krsytal.

Chukhae!!” suara dari arah belakang membuyarkan Hyerin. Gadis itu menoleh ke sumber suara. Didapatinya Yoseob yang berdiri sambil memegang bucket bunga di tangannya. Pemuda itu merentangkan kedua tangannya dan memeluk Hyerin. “Selamat, ya!” ucap Yoseob. “Gomawo, Yoseob.” Balas Hyerin kemudian menerima bucket bunga itu. Hyerin tersenyum tipis. “Sepertinya kau sangat lelah hari ini. Kajja! Kita pulang!” tutur Yoseob seraya menggamit lengan Hyerin.

            Hening. Suasana di dalam mobil kini terkesan hening dan canggung. Baik Yoseob maupun Hyerin, tak ada yang mengucapkan sepatah katapun. Yoseob menoleh pada Hyerin. Dilihatnya wajah gadis itu yang amat pucat. “Hyerin... kau sakit, Jagiya?” tanya Yoseob seraya mengelus rambut Hyerin. “Ani...”
“Sepertinya tidak begitu.” Ujar Yoseob. “Aku tidak apa-apa, Seobbie. Sudah cepat pulang. Aku lelah.” Kata Hyerin sambil memijit keningnya yang terasa sakit.

            Akhirnya mereka sampai di apartemen Hyerin. Baru sampai lobi, Hyerin kemudian menyuruh Yoseob untuk segera pulang. “Yoseob.. terima kasih sudah mengantarku pulang. Tapi.. tak apa kan, kalau aku menyuruhmu pulang?” ujar Hyerin. “Ah, sama-sama. Tapi.. apa kau yakin?” tanya Yoseob memastikan. Hyerin mengangguk. “Baiklah. Aku pulang dulu, ne? Kau istirahatlah. Jaljayo..” ucap Yoseob seraya mengacak pelan rambut Hyerin.

Hyerin berjalan meninggalkan lobi dan menuju lift. Hyerin memencet tombol lift. Setelah pintu lift terbuka, Hyerin segera memasukinya. Tangannya sedari tadi tak berhenti memijit pelipisnya yang masih terasa sakit. Bahkan sekarang, rasanya jauh lebih sakit. Wajahnya mulai memucat. Sepertinya benar dugaan Yoseob.

            Hyerin memasuki kamar apartemennya. Ia membanting handbag miliknya ke sofa ruang tamu. Hyerin kemudian berjalan ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah itu ke kasur. Lambat laun, Hyerin mulai mengantuk.

Hampir sedikit lagi memejamkan mata, dengan terpaksa, Hyerin harus menjawab panggilan masuk pada ponselnya. Hyerin membelalakkan matanya ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya. ‘Yesung Oppa is Calling’. Dengan ragu, diraihnya ponsel yang terletak di nakas samping ranjang.

“Ha-Halo?” ucap Hyerin gugup.
“.....”
“Ne, Oppa. Aku sudah di apartemen.”
“.....”
“A-aku pulang bersama Krystal.”
“.....”
“Ne. Annyeong!”

Hyerin kemudian mengakhiri panggilannya. Sudah diduga. Pasti Yesung akan menanyakan, pulang bersama siapa Jang Hyerin? Gadis itu menghela napasnya. Dia sangat lelah hari ini. akhirnya Hyerin pun memutuskan untuk tidur.

“Aku tau apa yang kulakukan ini salah. Aku mengkhianatimu tanpa kau tau. I’m so sorry.

Hari ini, Hyerin memutuskan untuk tidak banyak aktifitas. sejak kepalanya yang berdenyut hebat tadi malam, tubuhnya juga terasa sakit. Dan ia juga menelpon Krystal untuk menemaninya di apartemen. “Apa yang kau rasakan? Pusing?” tanya Krystal seraya menyentuh kening Hyerin. “Badanmu panas. Kuambilkan kantung es, ya?” ucap Krystal kemudian melenggang pergi ke dapur.

Hyerin kini terduduk di sofa. Badannya terasa lemas sekali saat ini. tak lama, Krystal datang dan membawa kantung es untuk mengompres Hyerin. “Kurasa, kemarin kau tidak apa-apa. Kenapa sekarang jadi begini?”

“Entahlah. Aku capek, Krys.” Ujar Hyerin lemah. “Perlu kutelpon Yesung?” mendengar pertanyaan Krystal, Hyerin menatap sahabatnya itu. “Tidak usah.” Jawab Hyerin. “Ataukah..Yoseob?”

Lagi. untuk kedua kalinya Hyerin menatap Krystal. Wanita berambut panjang itupun menatap Hyerin seolah bertanya ‘perlukah-kutelpon-Yoseob?’. Kali ini Hyerin nampak berpikir. Kenapa saat ditanya Yesung, Hyerin dengan cepat menjawab “tidak”. Tapi giliran Yoseob...kenapa rasanya enggan untuk bilang “tidak perlu”?

“Sebetulnya, kau ini mencintai siapa? Yoseob atau Yesung?” tanya Krystal penasaran. Hyerin tidak menjawab Krystal. Ia hanya diam. Kedua matanya menatap kosong ke depan. Ini sungguh membuatnya dilema. “Ayolah, Hyerin. Kau tidak bisa begini. Kau harus memilih. Yesung atau Yoseob?”

“Aku tidak bisa...” ujar Hyerin parau. “Aku tidak bisa memilih. Aku mencintai mereka. Aku mencintai Yoseob, dan juga Yesung.”
“Tapi kau menyakiti Yesung, kau tau?  walaupun dia tak mengetahuinya.” Tutur Krystal. Hyerin berpikir lagi. Tapi mau bagaimana? Dia mencintai keduanya. Sungguh ini sangat sulit.

Nan meomunda (meomunda) Nan meomunda (meomunda)
Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda

Tiba-tiba, ponsel Hyerin yang tergeletak di meja ruang tamu berdering. Dilihatnya panggilan masuk. ‘Cho Kyuhyun is Calling’. Sebenarnya Hyerin malas menjawab panggilan itu. Tapi.. siapa tau ada yang penting? Jadi Hyerin memutuskan untuk menjawab panggilan itu.

“Yeoboseyo?”
“.....”
“Tidak ada.”
“......”
“Bertemu? Dimana?”
“.....”
“Baiklah. Aku akan segera kesana.”

Hyerin memutus sambungan telponnya dan bergegas mengambil blazer putih miliknya. “Kau mau kemana, Hyerin?” tanya Krystal yang melihat Hyerin nampak terburu-buru. “Pergi sebentar.” Jawab Hyerin kemudian lekas keluar dari kamar apartemennya.

            Kini Hyerin tengah duduk di sebuah cafe. Mengedarkan pandangannya keluar jendela. “Jadi... bagaimana?” tanya seseorang di hadapannya, yang tak lain adalah Cho Kyuhyun, sahabat Yesung. “Kau masih mencintainya?”

Lagi-lagi Hyerin diam. Tadi di apartemen, Krystal sudah menanyakan hal itu. sekarang.. Oh, God! Hyerin memutar bola matanya bosan. Bosan karena sudah berkali-kali ia dihujani pertanyaan seperti ini oleh Kyuhyun dan Krystal. “Kenapa bertanya begitu?” Hyerin balik bertanya sembari menyesap Americano miliknya.

“Kenapa? Kenapa kau bilang? Hei, Nona Jang. Apa kau tak sadar kalau kau mempermainkan Yesung?” tanya Kyuhyun sedikit emosi. Hyerin tak menjawab lagi. dia tak tau kali ini harus berkata apa. “Lebih baik akhiri hubungan kalian, dan kau bahagialah bersama Yoseob.” Titah Kyuhyun. Hyerin agak tersentak mendengar kalimat Kyuhyun. “Kau tidak mengerti, Kyuhyun-ssi. Aku mencintai Yesung.”

“Kalau kau mencintainya, tinggalkanlah Yoseob. Itupun kalau kau bersungguh-sungguh mencintainya.” Ujar Kyuhyun kemudian berdiri dan meninggalkan Hyerin. “Tunggu!” Hyerin menahan tangan Kyuhyun. “Harusnya kau tidak begini. Ini urusanku dengan Yesung. Harusnya kau tidak ikut campur!” tegas Hyerin. “Dengar baik-baik. Aku adalah sahabat baiknya. Dan siapa yang ingin melihat sahabatnya tersakiti? Tidak ada, kan? Begitu juga aku.” Kyuhyun tersenyum sinis pada Hyerin yang masih membatu. Pemuda bertubuh jangkung itu melenggang pergi dari cafe tanpa mempedulikan Hyerin.

Sementara Hyerin, dia masih membeo. Entah kenapa, ia merasa kalau ucapan Kyuhyun dan Krystal tidak ada gunanya. Yang terpenting adalah, ia mencintai Yesung dan Yoseob. Tapi ia tau ini salah. Tak seharusnya ia mencintai keduanya. Gadis itu seolah tak rela melepaskan salah satu di antara mereka.

“Mereka benar... aku harus memilih. Aku tidak bisa bersikap seperti ini. Aku seperti mempermainkanmu. Tapi aku sungguh mencintaimu dan dia. Maafkan aku.”

TBC..

Senin, 08 Oktober 2012

Can You Understand My Feelings? / KyuMin / 3shoot / GS


Can You Understand My Feelings?


author: Dian Saraswati.
cast: KyuMin, and other cast..
genre: angst
length: 3shoot 
disclaimer: I own the idea. This fanfict is mine.                  
                  Ini fanfict asli buatan saya. murni. tanpa ada pencemaran(?) sama sekali.
                  buat siapapun yang kena tag, please RCL. Kritik dan saran sangat amat dibutuhkan.
                  Kalau jelek atau bagus bilang aja. Okee? No Copas, No Bash! *bawel authornya!* #dibakar readers


WOOKeh, langsung saja yukkk? Kajja!

_________________________________HAPPY READING________________________________________


At school.


"Yak! Cho Kyuhyun! jangan lari kau! kembalikan bukuku!" Sungmin mengejar-ngejar Kyuhyun yang berlarian sambil membawa buku diary nya. 


"kejar aku dulu! Wleee!" Kyuhyun menjulurkan lidahnya meledek Sungmin. "aish, sial!"


Sungmin terus mengejar Kyuhyun. sumpah demi apapun, dia sangat membenci sifat jahil Kyuhyun terhadapnya. tapi di sisi lain, ia sangat mencintai Kyuhyun. entahlah? cinta memang aneh.



BRUKK!


karena terlalu kencang berlari, sampai-sampai Kyuhyun tidak melihat jalanan dan menabrak seseorang. "aww..." ringis orang itu. "Seohyun-ah. kau tidak apa?" gadis yang dipanggil Seohyun itu diam. sedangkan itu, buku diary Sungmin terjatuh. "Kyu.. sakit.." ringis Seohyun lagi. Oke. kali ini dia sedikit.. ehem.. pura-pura. bagaimana tidak? lihatlah kakinya. masih sehat. lagipula, Seohyun dikenal yeoja yang kuat. mana mungkin jatuh begitu saja sakit?


"ayo. kuantar ke UKS!" ujar Kyuhyun kemudian memapah Seohyun ke UKS.


lalu Sungmin? gadis itu memungut buku diary nya yang terjatuh. menatap SeoKyu yang semakin menjauh darinya. entah kenapa ia ingin berteriak sekeras-kerasnya sambil menjambak rambut Seohyun sekarang juga. cemburu, eoh?


@@@@@@@@@


"hei, Bunny!" Kyuhyun mengagetkan Sungmin yang sedang menulis diary di bangkunya.


"Yak! bisa sopan sedikit tidak!? kau mengagetkanku!" protes Sungmin. Kyuhyun hanya cengengesan. dasar Evil. Kyuhyun menarik kursi di sebelah Sungmin dan duduk disana. "nulis apa sih?" tanya Kyuhyun kepo(?).


Sungmin enggan memperlihatkan tulisannya pada Kyuhyun. disembunyikannya buku diary pink itu dibalik punggungnya. "lihat, dong!"


"tidak boleh."


"heh, aku cuma ingin lihat tulisanmu."


"tidak mau!"


"pasti karena tulisanmu jelek kan?  kau jadi malu memperlihatkannya padaku. ya kaan?" ejek Kyuhyun.


"siapa bilang? tulisanku bagus! daripada kau!? ceker ayam." balas Sungmin mengejek. "pelit!" gumam Kyuhyun namun masih terdengar oleh Sungmin. "apa kau bilang?"


"tidak. aku tidak bilang apapun."


"bohong!"


"Annyeong, Kyuhyun oppa! Lee Sungmin!" sebuah suara mengagetkan(?) KyuMin. ya, Seohyun. yeoja itu lagi! aish, sial! batin Sungmin. "eh, Seohyun-ah? ada apa?" Kyuhyun menghampiri Seohyun yang masih di ambang pintu kelas. "tidak. aku kesini hanya ingin mengajak oppa. ke kantin. mau ya, oppa?" Seohyun mngeluarkan jurus puppy eyes nya. menurut Kyuhyun lucu. tapi bagi Sungmin? err.. manja sekali! rasanya gadis imut itu ingin menelan hidup-hidup Seohyun. arrgghh!


Sungmin beranjak dari bangkunya dan hendak keluar kelas. tak peduli dengan SeoKyu yang ada di depan pintu, Sungmin lewat dan menabrak Seohyun. 'bodo amat. apa peduliku? salah sendiri di depan pintu!' pikir Sungmin.


"aww, Sungmin-ah! appo-yo!"


"panggil aku sunbae! aku lebih tua darimu!"


"Minnie! bersikaplah lembut pada adik kelas!" bentak Kyuhyun. Sungmin mendengus kesal dan pergi dari situ. 


*author's pov end*


*Sungmin's pov*


baiklah. aku kalah. lagi dan lagi. dan Seohyun.. You Win! kau selalu berhasil mendapat perhatian Kyuhyun! sedangkan aku? aku yang selalu mengejar Kyuhyun sejak kelas 10 pun tidak pernah dihiraukan. tanpa sadar aku menangis. omo.. cengeng skali kau, Lee Sungmin! "Sungmin-ah!" kurasakan sebuah tepukan di pundakku. aku menoleh. "Donghae-ssi? waeyo?"
"tidak. aku hanya.. eh? kau? kenapa menangis?"


"ah, tidak. tidak apa-apa." segera kuseka airmataku. kedua tangannya menangkup wajahku. "katakan. kau kenapa?"


"aku tidak apa, Donghae-ssi."


"benar?"


"umm. tak apa."


"ya sudah. oh, ya. ini. ikut aku yuk?"


"kemana?"


"taman. ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu!"


"tapi..."


"ayo!" Donghae menarik tanganku.


@taman.


You’re insecure
Don’t know what for
You’re turning heads when you walk through the door
Don’t need make up
To cover up
Being the way that you are is enough


Everyone else in the room can see it
Everyone else but you


Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But you when smile at the ground it ain’t hard to tell
You don’t knowYou don’t know you’re beautiful
If only you saw what I can see
You’ll understand why I want you so desperately
Right now I’m looking at you and I can’t believe
You don’t know
You don’t know you’re beautiful
Oh oh
But that's what makes you beautiful


"Hae.. " panggilku. Donghae menoleh dan menaruh gitarnya di samping kursi taman. "um? kenapa?"
"permainanmu bagus, Hae! aku suka. gomawo, Hae!"


"ne. ah, iya. tadi aku sudah bernyanyi untukmu. sekarang giliran kau." ujarnya sambil menyerahkan gitarnya padaku. "eh?"


"bukankah kau pandai main gitar? ayolah, aku ingin dengar kau menyanyi.."


"tapi.. suaraku tidak begitu bagus.."


"tak apa. ayolah, please..."


"um, baiklah."



aku mulai memainkan gitar itu. Andante. yah, setidaknya lagu itu yang aku bisa. 


Jami wa, jami wa, i jiteun nunmul kkeute kkeuchi wa.Nae bang changmun bakk, gwashim bakk, deung dollin chaero myeochil bami ga. Nae gieogi


Cheoum biga naerin nal buteo.Jojeun majimakk kkaji.Ginagin tteoneol seok, eodum do. Geumsogeusok jogeum cheoncheonhi sumi neundae.


Geudae ye gieok dolgo dora bwado. Pihegal su eobtneun geumal.He eojim ye kkeutae dara. Dashi dora, dashi dora.


Neurit neurit ssha onsu manheun gamjeong do. Neurit neurit dama on sumanheun chueok do.Jogeum mandeo.. I jeulge..  Andante..


'Prok prok prok'


kudengar Donghae bertepuk tangan. "keren! tak kusangka suaramu begitu bagus!" pujinya. aku hanya tersenyum menatapnya. hanya dia yang mau mendengarku bernyanyi. Kyuhyun? setiap aku bilang 'Kyu, aku mau nyanyi. dengarkan ya?' dia hanya menjawab sambil terus asik dengan PSP-nya 'ya sudah. nyanyi saja sana.'


Donghae? dia berbeda. dia selalu mau mendengarkan aku. entah itu curhat, atau apapun, Donghae akan selalu mendengarku. Kyu, tak bisakah kau bersikap seperti Donghae? yang selalu ada untukku? kapanpun? tak bisakah kau seperti dia? yang begitu baik padaku?


aish! Lee Sungmin! bodoh! Kyuhyun ya Kyuhyun! Donghae ya Donghae! kenapa kau memaksa Kyuhyun harus seperti Donghae? bodoh!


"Minnie? Minnie? Lee Sungmin?" panggil Donghae membuyarkan lamunanku.


"ah, i-iya? ada apa?"


"are you ok?"


"humm.."


TBC